Assalamualaium wr wb
Kali ini, saya akan berbagi
mengenai PRq, ini singkatan dari Public Responsibility que, iya ini lebih
bersifat personal atau pribadi (aku-nya), Singkatan PR ini sangat mudah diingat
dan persis sekali dengan singkatan yang umum disebut dalam aktivitas bekerja di
Pusat Riset (PR). PR ini mungkin mirip sekali dengan CSR bila di
perusahaan/swasta. Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial,
konsep bahwa organisasi khususnya perusahaan memiliki tanggung jawab sosial dan
lingkungan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas
kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat (UU 40/2007).

Kembali ke PRq sebagai konsep
kesadaran pribadi untuk tanggungjawab secara umum, atau suatu rasa kewajiban
secara moral kepada masyarakat umum untuk bisa bermanfaat atau berbagi terhadap
apa saja yang Allah telah anugrahkan kepada kita. Dalam hal ini misalnya,
kita diberikan keluangan waktu atau kekuatan tenaga, bisa memberikan waktu dan
tenaga kita, kita diberikan kelebihan harta, bisa memberikan bantuan uang /
donasi, atau kita diberikan kemudahan mempelajari ilmu dan bisa mengenyam Pendidikan
tinggi, maka kita seharusnya "tidak pelit" dan dapat lebih bisa
berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada orang lain secara
umum.
Kalau ditarik ke prinsip Islami,
maka PRq ini sebagai amal jariyah, bukankah seorang muslim menginginkan segala
urusan bisa menjadi ladang ibadah.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran, surat Al-Baqarah (2) ayat 148.
َفۖاَهيِلَوُمَوُهٌةَهۡجِوّٖلُكِلَوٱاوُقِبَتۡسٱِتََٰرۡيَخۡلاوُنوُكَتاَمَنۡيَأِتۡأَيُمُكِبٱَُللَّنِإاًعيِمَجٱََللّٞريِدَقّٖءۡيَشِلُكَٰىَلَع١٤٨
Artinya: Dan bagi tiap-tiap umat
ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap
kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja
kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari
kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu (QS. 2:148).
Sekali lagi, ini hanya contoh
kecil aktivitas yang sempat terdokumentasikan, sebagai bentuk PRq dalam dunia
periset di BRIN, karena meskipun tidak bisa dinilai bahkan diajukan sebagai
HKM/KKM, setidaknya ini menjadi kepuasan batin yang tidak bisa dibeli dengan
uang atau diganti dengan jabatan.
Alhamdulillah… sejak lulus S2
tahun 2015 sampai sekarang, hampir 10 tahun, telah membimbing mahasiswa
PKL/Magang/KP dan MBKM sejumlah 55 orang
mahasiswa, Dimana Sebagian kecil dari mereka 10 orang mahasiswa melanjutkan
riset skripsi/TA nya dibawah bimbingan saya.
Jadi sekitar 10 tahun ada 10
mahasiswa, jika dirata-rata, minimal 1 mahasiswa bimbingan selama setahun,
memang jumlah ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan seorang dosen di
perguruan tinggi dalam membimbing mahasiswa, mungkin bisa 5-8 mahasiswa per
semester. Semoga saja bisa menjadi dosen, atau setidaknya berkolaborasi dengan
dosen, sehingga bisa memberikan kebermanfaatan lebih banyak lagi.
Alhamdulillah… masih diberikan
kesehatan, sehingga setelah pandemic global, bisa beraktivitas lagi. Saya mau
spill aktivitas tiga tahun terakhir, momentumnya after 2020, jadi tahun 2020
sebagai titik awal, karena segala aktivitas sempat terhenti ditahun tersebut.
Tahun 2021, aktivitas masih
mulai bangkit dari tidak bisa kemana-mana dan dengan protokol kesehatan yang
harus dipatuhi, saat itu istilahnya new normal. Kegiatan riset hampir tidak
berjalan, apalagi eksplorasi keluar pulau. Namun saya cenderung memilih stay at
home dengan aktivitas disekitar kantor, bila diperlukan WFO (work from office).
Alhamdulillah, saat itu
diamanahi sebagai ketua kelompok penelitian (ka.kelti) Fitoteknologi, karena
hanya beranggotakan lima peneliti dan tanpa support funding, jadi yang paling
bisa dilakukan adala explore DAS welang. DAS welang ini adalah kewenangan Provinsi
Jawa Timur yang kebetulan memiliki rencana penyusunan Masterplan WELANG,
sehingga setidaknya bisa ikut memberikan sumbangan pikiran secara ilmiah kepada
pemangku kebijakan (stakeholder).
Tahun 2022, aktivitasnya mulai
kemasyarakat, kebetulan tahun itu ditawari kolaborasi dengan Biologi ITS Surabaya untuk
melakukan Pengabdian kepada Masyarakat. Lokasinya di Dusun Kajar, Bumiaji-Batu.
Lokasi tersebut jika dilihat dalam Kawasan DAS, termasuk dalam DAS Brantas,
bagian hulu. Sehingga ini cocok dengan disiplin ilmu fitoteknologi dengan
penerapan fitoremediasi. Dari mulai awal sampai akhir tahun di Januari s/d
Desember, rasanya hampir setiap bulan kesana.
Alhamdulillah, dari kegiatan ini
dibantu oleh para mahasiswa KKN dan juga ada mahasiswa yang melakukan riset
TA-nya terkait ini. Bahkan melalui kegiatan di Dusun Kajar dapat memperkenalkan
keanekaragaman tumbuhan yang kita miliki untuk diterapkan dalam upaya pemulihan
lingkungan oleh masyarakat. Setidaknya melalui beberapa sosialisasi, masyarakat
umum dapat mengenal dan mengetahui peran penting tumbuhan dalam ekosistem dan
fungsinya dilingkungan sekitar kita.
Tahun 2023, tahun lalu memang
rasanya tidak banyak aktivitas riset, selain karena cuti dan fokus ibadah, juga
sudah tidak ada lagi mahasiswa bimbingan saat itu. Sehingga riset kelapangan
juga tidak ada, seperti ke DAS Welang atau DAS Brantas saat tahun-tahun
sebelumnya. Juga diberlakukannya WFA (work from anywhere) jadi bekerja bisa
dilakukan dimana saja, kalau ingin datang ke kantor WFO bisa di CWS (co-working
space) terdekat.
Alhamdulillah, meski tidak
banyak aktivitas, namun hasil riset mahasiswa skripsi / TA menjadikan cukup
banyak kegiatan riset yang bisa disampaikan ke publik sebagai upaya desiminasi
/ sosialisasi kegiatan hasil riset ke Masyarakat umum, dan ini oleh teman-teman
mahasiswa dikemas secara online dalam wadah Webinar Series, yang kita
istilahkan WELRIS. WELRIS ini berawal dari presentasi mahasiswa PKL/mangang/KP
yang kemudian berlanjut sampai saat ini, apabila ada mahasiswa bimbingan yang
telah menyelesaikan kegiatan / studi nya.
Alhamdulillah-nya lagi, tahun
lalu juga mendapat kesempatan untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman
dalam program kemendikbud melalui Praktisi Mengajar di Matakuliah Ekologi - UNP (Universitas Nusantara PGRI) Kediri, yang dilakukan secara daring (online).
Semoga PRq sebelumnya, seperti membimbing, kolab riset / abmas dan bentuk
sharing knowledge lainnya, ditahun ini, bisa tetap berlanjut dan bisa lebih banyak serta
lebih bisa berkolaborasi dengan dosen-dosen diberbagai perguruan tinggi
lainnya, baik dalam hal riset penelitian, pengabdian masyarakat dan pembimbingan mahasiswa ataupun
perkuliah.