Rabu, 30 September 2026

Trip#09 Jogja back


Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Alhamdulillah.... sudah dipenghujung bulan ke-9 di Tahun 2026 pada September ini, Perjalanan keluar kota dalam bulan ini, hanya sekali saat ke Yogyakarta dalam rangka mengikuti international conference di Universitas Aisyiyah (UNISA), namun karena wajib presensi 4 hari di kantor (WFO) homebase penugasan (KRP), maka trip ini mengunakan ST non SPD selama sepekan.

Dalam kalender islam pada September ini masuk akhir Rabiul Awal dan pertengahan Rabiul Akhir. Perjalanan Surabaya-Yogyakarta pp ditempuh mengunakan moda trasportasi seperti biasanya - kereta (KAI). Perjalanan ke Yogya (Trip#09) ini, bukan kali pertama, namun selalu ada hal pertama kali yang dijumpai/didatangi.

Pertama ke Jogja, saat kuliah umum di UIN SuKa (itu pertama kali ke kampus UIN Jogja), Kedua saat conference di UNISA (juga pertama kalinya kesana), Ketiga saat bincang botani di UIN SuKa (ini sekalian seminar di UNISA lagi) pertama kali ketemu mahasiswa magang baru, Keempat saat ikut seminar SNBT di UGM (pertama kalinya ke Fakultas Biologi) dan Kelima saat ini, meski datang ke kampus UGM, UINSuka dan UNISA bukan pertama kalinya lagi, namun kunjungan ke kantor BRIN Jogja atau lebih tepatnya Kawasan Sains dan Edukasi (KSE) Achmad Baiquni merupakan pertama kalinya dalam kesempatan ini.

Trip#09 ini berangkat Ahad malam Tgl 6Sept dari St. Gubeng Surabaya dengan KAI Sancaka (Rp. 216rb) sampe Senin pagi Tgl 7Sept di St. Kota Yogyakarta dan Pulang juga sama dengan KAI Rangajati (Rp. 261rb) di hari Kamis Tgl 10Sept dari Yogyakarta pagi sampe Surabaya sore. Sehingga total tiket KAI pp Rp. 477rb. Selama 4 hari (3 malam) di Yogya menginap berpindah-pindah sambil mencari yang dekat masjid dan oreintasi lokasi baru, Senin malam Selasa di MIC Hotel (Rp. 269rb), Selasa malam Rabu di Wisma Kagama (Rp. 242rb), Rabu malam Kamis di Uniq Hotel (Rp. 249rb). Sehingga total menginap  Rp. 760rb.

Pengeluaran keseluruhannya selama di jogja kali ini, untuk kuliner (makan-minum) dan perjalanan lokal (grab) menghabisakan Rp. 706rb ditambah dengan tiket dan menginap menjadi Rp.1.943.000,- (satu juta sembilan ratus empat puluh tiga ribu rupiah). Taruhlah selama 4 hari di yogja habis dua juta, jadi perharinya bisa dikisaran 500rb.

Alhamdulillah... trip di September ini memeperoleh banyak pengalaman, tidak hanya ikutan conference namun bisa ikutan simposium yang luar biasa (gratis namun fasilitasnya mewah) kemudian bisa ketemu dengan rekan-rekan lama dan kawan baru di BRIN Jogja, ternyata KSE .A. Baiquni diluar pemikiran, ternyata fasilitasnya bagus, gedungnya juga megah, ada asrama dan kantin serta masjid yang cukup luas dengan jadwal kajian rutinnya. Terlebih lagi lokasinya tidak jauh dari keramaian atau pemukiman. Bisa dibilang KSE BRIN ini bagus / stategis dibandingkan dengan KST Serpong, yang jauh dari keraiaman danharus jalan jauh kemana-mana. Satu hal lagi... dapat pengalaman berkunjung ke Dinas LH dan mendapatkan informasi mengenai laporan pemantauan kualitas lingkungan di Kota Yogyakarta, tidak hanya ditahun lalu, namun beberapa tahun sebelumnya. Salut buat DLH Jogja, biasanya sepengalaman selama ini, data dan informasi tersebut sangat sulit diperoleh atau tidak ada dan kalaupun ada hampir dipastikan tidak terdokumentasi secara baik. Namun ini sebaliknya, tersimpan dengan baik dan diopen for publik. Hal ini sangat jaragan dimiliki dinas/instansi dipemerintahan.

Terakhir tetap disempatkan untuk bisa sholat dimasjid yang ter disekitar sana, namun karena kurang mengenal posisi / lokasi di Jogja, juga takutnya ageda conference, simposium, mencari data dasar buat riset DAS DIY, maka sebelum memulai aktivitas setibanya di Jogja pagi dini hari, disempatkan ke Masjid Gede Kauman, yang lokasinya perasaan hanya lurus saja dari stasiun Tugu Jogja, meliwati jalan malioboro sampai ke alun-alun dan sebelahnya itu masjid kauman, akhirnya ditempuh dengan jalan kaki kurang leibh 40menit sampai pas adzan Subuh pukul 4 lebih, lgsg berjamaah dimasjid sekalian khotmil quran sambil iqtikaf menunggu sholat syuru’ dan baru keluar sekitar pukul 6 pagi, memulai aktivitas di Jogja.

Beberapa aktivitas selama trip ini ter-capture dan sengaja di share dalam postingan ini,  dengan maksud buat kenang-kenangan, tidak ada maksud yang lain, semata-mata untuk mengingat kembali, apabila suatu saat sempat scroll / klik2 dan melihat/membacanya kembali. Tidak ada maksud untuk unjuk diri, pamer, sombong, riya atau ujub, hanya sebagai motivasi buat diri sendiri, agar tetap bisa berbuat yang lebih baik lagi. Dan saya yakini, hal seperti ini termasuk dicatat sebagai amal ibadah (menceritakan kebaikan, kewajiban menjalankan sholat, lebih baik lagi bisa berjamaah dan rasanya lebih afdhol kalau di masjid, juga mengingatkan tetap istiqomah bersedekah, puasa, mengaji).

Penutup, seperti tulisan-tulisan sebelumnya. Reminder Istiqomah Ibadah: Sholat & Sedekah, serta mengaji jalan terus dan ditingkatkan, juga biasakan puasa sunnah Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh. Alhamdulillah...selama setahun lalu khatam Qur’an 5kali (pertama: Syaban di Masjid Bahrul Ulum, kedua: Ramadhan di Masjid Al-Akbar Surabaya, ketiga: Dzulhijah di Masjid Raden Fatah UB, keempat: Jumadil Akhir di Masjid Istiqlal Jakarta dan kelima: Syaban di Masjid Zayed Solo). Dan masuk Rabiul Awal (bulan kelahiran Nabi) akhirnya khatam sampai juz 30 di Masjid Gede Kauman Yogya (awal Juz1 di akhir Ramadhan belum bisa selesai, Muharram sampai Juz20, Safar masuk Juz22 dan terus mentadaburi Quran dengan memulai hafalan dari juz 30 (Attakwir) berjalan tiga bulan di Griya Quran Surabaya dan juga mulai Tadarus Quran di Masjid Al-Falah Surabaya, sudah sebulan ini. Semoga ALLAH selalu memberikan rahmat, barokah dan hidayah, serta rezeki melimpah ruah bergelimang rupiah buat sedekah jariyah, tercurahkan bagi kami sekeluarga, Aamiin….

 

Bismillah dii tahun 1448H, bisa hafidz, menjadi pribadi lebih baik dan lebih bermanfaat, seperti sunnah Nabi Muhammad SAW yang berpesan “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain” Khoirunnas anfa'uhum linnas (خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ) dan sebaik-baiknya motiviasi diri adalah "fastabiqul khairat" (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) yang secara harfiah berarti "berlomba-lombalah dalam kebaikan" seperti tertulis dalam Al-Qur'an, pada Surat Al-Baqarah ayat 148 dan Surat Al-Ma'idah ayat 48.